Struktur Organisasi dan Peran Personil BK

STRUKTUR ORGANISASI DAN PERAN PERSONIL BK

Pengertian Organisasi Bimbingan Dan Konseling Di Sekolah

Organisasi bimbingan konseling di sekolah dalam pengertian umum adalah suatu wadah atau badan yang mengatur segala kegiatan untuk mencapai tujuan bimbingan secara bersama-sama. Sebagai suatu badan, banyak ahli menawarkan model atau pola organisasi mana yang cocok diterapkan disekolah. Akan tetapi pola organisasi yang dipilih harus berdasarkan atas kesepakatan bersama diantara pihak-pihak yang terkait di sekolah yang dilanjutkan dengan usaha-usaha perencanaan untuk mencapai tujuan, pembagian tugas, pengendalian proses dan penggunaan sumber-sumber bimbingan
Bimbingan dan konseling tidak akan dapat dilaksanakan tanpa organisasi yang baik dan sempurna. Tanpa organisasi itu berarti tidak adanya koordinasi dan perencanaan, sasaran yang cukup jelas, control dan kepemimpinan yang berwibawa, tegas dan bijaksana. Dengan arti lain suatu organisasi yang baik ditandai oleh adanya dasar dan tujuan organisasi, personalia dan perencanaan yang matang.
Struktur organisasi pelayanan bimbingan dan konseling pada setiap satuan pendidikan tidak mesti sama. Masing-masing disesuaikan dengan kondisi satuan pendidikan yang bersangkutan. Meskipun demikian, struktur organisasi bimbingan konseling pada setiap satuan pendidikan hendaknya memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
  1. Menyeluruh, yaitu mencakup unsur-unsur penting yang terlibat di dalam sebuah satuan pendidikan yang ditujukan bagi optimalnya bimbingan dan konseling.
  2. Sederhana, maksudnya dalam pengambilan keputusan/kebijaksanaan jarak antara pengambil kebijakan dengan pelaksananya tidak terlampau panjang. Keputusan dapat dengan cepat diambil tetapi dengan pertimbangan yang cermat, dan pelaksanaan layanan/ kegiatan bimbingan dan konseling terhindar dari urusan birokrasi yang tidak perlu.
  3. Luwes dan terbuka, sehingga mudah menerima masukan dan upaya pengembangan yang berguna bagi pelaksanaan dan tugas-tugas organisasi, yang semuanya itu bermuara pada kepentingan seluruh peserta didik.
  4. Menjamin berlangsungnya kerja sama, sehingga semua unsur dapat saling menunjang dan semua upaya serta sumber dapat dikoordinasikan demi kelancaran dan keberhasilan pelayanan bimbingan dan konseling untuk kepentinga peserta didik.
  5. Menjamin terlaksananya pengawasan, penilaian dan upaya tindak lanjut, sehingga perencanaan pelaksanaan dan penilaian program bimbingan dan konseling yang berkualitas dapat terus dilakukan.
  6. Pengawasan dan penilaian hendaknya dapat berlangsung secara vertikal (dari atas ke bawah dan dari bawah ke atas), dan secara horizontal (penilaian sejawat).

Pola Organisasi Pelayanan Bimbingan dan Konseling

Manajemen bimbingan dan konseling di sekolah agar bisa berjalan seperti yang diharapkan perlu didukung oleh adanya organisasi yang jelas dan teratur. Organisasi yang demikian itu secara tegas mengatur kedudukan, tugas dan tanggung jawab  para personil sekolah yang terlibat. Organisasi tersebut tergambar dalam struktur atau pola organisasi yang bervariasi  yang tergantung pada keadaan dan karakteristik sekolah masing-masing. 

Struktur Organisasi BK


Pola organisasi BK di Sekolah:

  1. Unsur  KanDepdiknas, adalah personil yang bertugas melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap penyelenggaraan pelayanan bimbingan dan konseling di sekolah,Dalam hal ini adalah Pengawas sebagaimana dimaksudkan dalam petunjuk pelaksanaan Bimbingan dan Konseling di sekolah.
  2. Kepala Sekolah ( bersama Wakil Kepala Sekolah) adalah penanggung jawab pendidikan pada satuan pendidikan ( SLTP, SMA, SMK) secara keseluruhan, termasuk penanggung jawab dalam membuat kebijakan pelaksanaan pelayanan bimbingan dan konseling.
  3. Koordinator Bimbingan dan Konseling ( bersama guru pembimbing/ konselor sekolah ) adalah pelaksana utama pelayanan bimbingan dan konseling.
  4. Guru (Mata Pelajaran atau Praktik), adalah pelaksana pengajaran dan praktik/latihan.
  5. Wali kelas, adalah guru yang ditugasi secara khusus untuk mengurusi pembinaan dan administrasi (seperti nilai rapor, kenaikan kelas, kehadiran siswa) satu kelas tertentu.
  6. Siswa, adalah peserta didik yang menerima pelayanan pengajaran, praktik/latihan, dan bimbingan di SLTP, SMA, dan SMK.
  7. Tata Usaha, adalah pembantu Kepala Sekolah dalam penyelenggaraan administrasi dan ketatausahaan.
  8. Komite Sekolah, adalah organisasi yang terdiri dari unsur sekolah, orang tua dan tokoh masyarakat, yang berperan membantu penyelenggaraan satuan pendidikan yang bersangkutan.

Hubungan antara Unsur Kandepdiknas dengan Kepala Sekolah dan Koordinator BK adalah hubungan administratif. Hubungan antara Koordinator BK dengan Guru dan Wali kelas adalah hubungan kerjasama sekaligus koordinatif bila ditinjau dari garis administrasi Kepala Sekolah ke bawah. Sedangkan hubungan Koordinator BK (dan Guru pembimbing/Konselor Sekolah), Guru Mata Pelajaran, Wali Kelas dengan siswa adalah hubungan layanan.

Tugas dan Tanggung Jawab Personil Sekolah dalam Program Bimbingan dan Konseling

Bimbingan dan konseling di sekolah  yang oleh banyak pakar dikatakan sebagai team work  (Shetzer dan Stone, 1985) dalam penyelenggaraannya mau tidak mau  akan melibatkan personil sekolah lainnya agar lebih berperan sesuai batas-batas kewenangan dan tanggung jawabnya.
Personil yang dimaksudkan tersebut mencakup: Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, Koordinator Bimbingan dan Konseling, Guru Pembimbing (Konselor sekolah), Guru , Wali Kelas, Staf Administrasi. Berikut tugas dan tanggung jawab masing-masing personil tersebut di atas:

Kepala Sekolah

Sebagai penanggung jawab kegiatan pendidikan di sekolah, tugas kepala sekolah adalah:
mengkoordinasikan seluruh kegiatan pendidikan;
  1. menyediakan dan melengkapi sarana dan prasarana yang diperlukan;
  2. memberikan  kemudahan bagi terlaksananya program bimbingan dan konseling di sekolah;
  3. melakukan supervisi terhadap pelaksanaan bimbingan dan konseling di sekolah;
  4. Menetapkan koordinator guru pembimbing yang bertanggung jawab atas koordinasi pelaksanaan bimbingan dan konseling di sekolah berdasarkan  kesepakatan bersama guru pembimbing (konselor);
  5. membuat surat tugas guru pembimbing dalam proses bimbingan dan konseling pada setiap awal semester;
  6. menyiapkan surat pernyataan melakukan kegiatan bimbingan dan konseling sebagai bahan usulan angka kredit bagi guru pembimbing (konselor);
  7. mengadakan kerjasama dengan instansi lain;
  8. Melaksanakan  layanan bimbingan dan konseling terhadap minimal 40 siswa bagi kepala sekolah yang berlatar belakang pendidikan bimbingan dan konseling.

Wakil Kepala Sekolah

Wakil kepala Sekolah bertugas membantu kepala sekolah dalam hal:
  1. mengkoordinasikan pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling kepada semua personil sekolah;
  2. melaksanakan kebijakan pimpinan sekolah terutama dalam pelaksanaan layanan  bimbingan dan konseling; dan
  3. melaksanakan bimbingan dan konseling terhadap minimal 75 siswa, bagi wakil kepala sekolah yang berlatar belakang pendidikan  bimbingan dan konseling.

Koordinator Guru Pembimbing (Konselor)

Tugas koordinator guru pembimbing dapat dirinci sebagai berikut:
  • mengkoordinasikan para guru pembimbing (konselor) dalam:

  1. memasyarakatkan pelayanan bimbingan dan konseling
  2. menyusun program
  3. melaksanakan program
  4. mengadministrasikan kegiatan bimbingan dan konseling
  5. menilai program
  6. mengadakan tindak lanjut.

  • membuat usulan kepada kepala sekolah dan mengusahakan terpenuhinya tenaga, sarana dan prasarana
  • mempertanggungjawabkan pelaksanaan kegiatan bimbingan dan konseling kepada kepala sekolah.

Guru Pembimbing (Konselor)

Guru pembimbing atau konselor bertugas :
  1. memasyarakatkan kegiatan bimbingan dan konseling;
  2. merencanakan program bimbingan dan konseling
  3. melaksanakan persiapan kegiatan bimbingan dan konseling;
  4. melaksanakan layanan pada berbagai bidang bimbingan terhadap sejumlah siswa yang menjadi tanggung jawabnya;
  5. melaksanakan kegiatan pendukung layanan bimbingan dan konseling;
  6. mengevaluasi proses dan hasil kegiatan layanan bimbingan dan konseling;
  7. menganalisis hasil evaluasi;
  8. melaksanakan tindak lanjut berdasarkan hasil analisis evaluasi.
  9. mengadministrasikan  kegiatan bimbingan dan konseling; dan
  10. mempertanggungjawabkan tugas dan kegiatan kepada koordinator guru pembimbing.

Guru Mata Pelajaran

Guru mata pelajaran bertugas :
membantu memasyarakatkan layanan bimbingan dann konseling kepada siswa.
melakukan kerjasama dengan guru pembimbing dalam mengidentifikasi siswa yang memerlukan layanan bimbingan dan konseling;
  1. mengalihtangankan siswa yang memerlukan bimbingan kepada guru pembimbing;
  2. mengadakan  upaya tindak lanjut layanan bimbingan (program perbaikan dan program pengayaan);
  3. memberikan kesempatan kepada siswa untuk memperoleh layanan bimbingan dan konseling dari  guru pembimbing;
  4. membantu  mengumpulkan informasi yang diperlukan dalam rangka penilaian layanan bimbingan; 
  5. ikut serta dalam program layanan bimbingan.
  6. berpartisipasi dalam kegiatan pendukung seperti konferensi kasus.
  7. berpartisipasi dalam upaya pencegahan munculnya masalah siswa dalam pengembangan potensi .

Wali Kelas

Sebagai mitra kerja guru pembimbing (konselor), wali kelas mempunyai tugas:
  1. membantu guru pembimbing melaksanakan layanan yang menjadi tanggung jawabnya;
  2. membantu memberikan kesempatan dan kemudahan bagi siswa, khususnya di kelas yang menjadi tanggung jawabnya, untuk mengikuti layanan bimbingan;
  3. memberikan informasi tentang siswa di kelas yang menjadi tanggung jawabnya untuk memperoleh layanan bimbingan.
  4. menginformasikan kepada guru mata pelajaran tentang siswa yang perlu diperhatikan khusus; dan 
  5. ikut serta dalam konferensi kasus.

Staf Tata usaha/ Administrasi

Staf tata usaha atau administrasi adalah personil yang bertugas:
  1. membantu guru pembimbing dan koordinator dalam mengadministrasikan seluruh kegiatan bimbingan dan konseling di sekolah;
  2. membantu mempersiapkan seluruh kegiatan bimbingan dan konseling;
  3. membantu menyiapkan sarana yang diperlukan dalam layanan bimbingan dan konseling.
  4. membantu melengkapi dokumen tentang siswa seperti catatan kumulatif siswa

Peranan Guru dalam  Pelayanan Bimbingan dan Konseling

Ada beberapa peranan yang dapat dilakukan oleh seorang guru ketika ia diminta mengambil bagian dalam penyelenggaraan program bimbingan dan konseling di sekolah.

Guru sebagai Informator

Melalui peranan ini guru dapat menginformasikan berbagai hal  tentang layanan bimbingan dan konseling, tujuan, fungsi dan manfaatnya bagi siswa. 

Guru sebagai  Fasilitator

Guru  dapat berperanan sebagai fasilitator terutama ketika dilangsungkan layanan pembelajaran  baik itu yang bersifat preventif ataupun kuratif. Dibandingkan guru pembimbing, guru  lebih memahami tentang keterampilan belajar yang perlu dikuasai siswa pada mata pelajaran yang diajarnya. 

Guru sebagai Mediator

Dalam kedudukannya yang strategis, yakni berhadapan langsung dengan siswa , guru  dapat berperanan sebagai mediator antara siswa  dengan guru pembimbing. 

Guru sebagai Motivator

Dalam peranan ini, guru dapat berperan sebagai pemberi motivasi siswa dalam memanfaatkan layanan bimbingan dan konseling  di sekolah, sekaligus memberikan kesempatan kepada siswa untuk memperoleh layanan konseling.

Guru sebagai Kolaborator

Sebagai mitra seprofesi yakni sama-sama sebagai tenaga pendidik di sekolah, guru dapat berperanan sebagai kolaborator  konselor di sekolah.

DAFTAR PUSTAKA

Mugiarso, Heru dkk. 2010. Bimbingan dan Konseling. Semarang: UNNES Press.
www.google.com/http://akhmadsudrajat.files.wordpress.com/2010/02/gambar-struktur-organisasi-bk.png

0 Response to "Struktur Organisasi dan Peran Personil BK"

Post a Comment