Kompetensi yang Harus Dimiliki Konselor

PROFESI KONSELOR, MELIPUTI KOMPETENSI KONSELOR

Profesi konseling merupakan suatu pekerjaan, jabatan, atau keahlian khusus yang dilakukan oleh seorang pembimbing yang terlatih dan berpengalaman (konselor) terhadap individu-individu yang membutuhkan (klien), agar individu tersebut dapat berkembang potensinya secara optimal, mampu mengatasi masalahnya dan mampu menyesuaikan diri terhadap lingkungan yang selalu berubah.

Kompetensi yang Harus Dimiliki Konselor
Kompetensi yang Harus Dimiliki Konselor (photo from http://kuliahgratis.net)

Rincian Kompetensi Konselor:

A. Memiliki sikap, nilai, dan disposisi kepribadian yang mendukung

1. Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME

  • Menampilkan kepribadian yang beriman dan bertakwakepada Tuhan Yang Maha Esa
  • Konsisten dalam menjalankan kehidupan beragama dan toleran terhadap pemeluk agama lain
  • Berakhlak mulia dan berbudi pekerti luhur

2. Menghargai dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, individualitas dan kebebasan untuk memilih

  1. Mengaplikasikan pandangan positif dan dinamis tentang manusia sebagai makhluk spiritual, bermoral, sosial, individual, dan berpotensi
  2. Menghargai dan mengembangkan potensi positif konseli
  3. Peduli terhadap kemaslahatan konseli
  4. Menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia sesuai dengan hak asasinya.
  5. oleran terhadap permasalahan orang lain
  6. Bersikap demokratis.

3. Menunjukkan integritas dan stabilitas kepribadian yang kuat

  1. Menampilkan kepribadian dan perilaku yang terpuji (seperti jujur, sabar, ramah, dan konsisten )
  2. Menampilkan emosi yang stabil.
  3. Peka, bersikap empati, serta menghormati keragaman dan perubahan
  4. Menampilkan toleransi tinggi terhadap individu yang menghadapi stres dan frustasi

4. Menampilkan kinerja berkualitas tinggi

  1. Menampilkan tindakan yang cerdas, kreatif, inovatif, dan produktif
  2. Bersemangat, berdisiplin, dan mandiri
  3. Berpenampilan menarik dan menyenangkan
  4. Berkomunikasi secara efektif

B. Memahami secara mendalam konseli yang akan dilayani

1. Memahami perkembangan fisiologis dan psikologis serta perilaku konseli

  1. Mengaplikasikan kaidah-kaidah perilaku manusia dan perkembangan fisik dan psikologis individu dalam upaya pendidikan pada umumnya dan dalam pepelayanan bimbingan dan konseling
  2. Mengaplikasikan kaidah-kaidah kepribadian, individulaitas dan perbedaan individu dalam upaya pendidikan pada umumnya dan dalam pepelayanan bimbingan dan konseling.
  3. Mengaplikasikan kaidah-kaidah kegiatan belajar dalam upaya pendidikan pada umumnya dan dalam pepelayanan bimbingan dan konseling.
  4. Mengaplikasikan kaidah-kaidah keberbakatan dalam upaya pendidikan pada umumnya dan dalam pepelayanan bimbingan dan konseling.
  5. Mengaplikasikan kaidah-kaidah kesehatan mental dalam upaya pepelayanan bimbingan dan konseling

2. Menguasai konsep dan praksis asesmen untuk memahami kondisi, masalah, dan kebutuhan konseli

  1. Menguasai hakikat asesmen
  2. Memilih teknik asesmen yang sesuai dengan kebutuhan pelayanan bimbingan dan konseling
  3. Menyusun dan mengembangkan instrumen asesmen untuk keperluan bimbingan dan konseling
  4. Mengadministrasikan asesmen untuk mengungkapkan masalah-masalah konseli.
  5. Memilih dan mengadministrasikan teknik asesmen pengungkapan kemampuan dasar dan kecenderungan pribadi konseli.
  6. Memilih dan mengadministrasikan instrumen untuk mengungkapkan kondisi aktual konseli berkaitan dengan lingkungan
  7. Mengakses data dokumentasi tentang konseli dalam pepelayanan bimbingan dan konseling
  8. Menggunakan hasil asesmen dalam pepelayanan bimbingan dan konseling dengan tepat
  9. Menampilkan tanggung jawab profesional dalam praktik asesmen

C. Menguasai landasan dan kerangka teoretik bimbingan dan konseling

1. Menguasai teori dan praksis pendidikan

  1. Menguasai ilmu pendidikan dan landasan keilmuannya
  2. Menguasai konsep dasar dan mengimplementasikan prinsip-prinsip pendidikan dan proses pembelajaran
  3. Menguasai landasan budaya dalam praksis pendidikan

2. Menguasai kerangka teoretik dan praksis bimbingan dan konseling

  1. Memahami dan mengaplikasikan hakikat pepelayanan bimbingan dan konseling.
  2. Memahami dan mengaplikasikan arah profesi bimbingan dan konseling.
  3. Memahami dan mengaplikasikan dasar-dasar pepelayanan bimbingan dan konseling.
  4. Memahami dan mengaplikasikan pepelayanan bimbingan dan konseling sesuai kondisi dan tuntutan wilayah kerja.
  5. Memahami dan mengaplikasikan pendekatan /model/jenis pepelayanan dan kegiatan pendukung bimbingan dan konseling.
  6. Menguasai dan mampu mengaplikasikan dalam praktik format pepelayanan bimbingan dan konseling

3. Menguasai esensi pepelayanan bimbingan dan konseling dalam jalur, jenjang, dan jenis satuan pendidikan

  1. Menguasai esensi bimbingan dan konseling pada satuan jalur pendidikan informal, formal dan non formal
  2. Menguasai esensi bimbingan dan konseling pada satuan jenis pendidikan umum , kejuruan, dan agama
  3. Menguasai esensi bimbingan dan konseling pada satuan jenjang pendidikan usia dini, dasar dan menengah

D. Menyelenggarakan pelayanan bimbingan dan konseling yang memandirikan

1. Merancang program Bimbingan dan Konseling

  1. Menganalisiskebutuhan peserta didik
  2. Menyusun program bimbingan dan konseling yang berkelanjutan berdasar kebutuhan peserta didik secara komprehensif dengan pendekatan perkembangan
  3. Menyusun rencana pelaksanaan program bimbingan dan konseling
  4. Merencanakan sarana dan biaya penyelenggaraan program bimbingan dan konseling

2. Mengimplementasikan program Bimbingan dan Konseling yang komprehensif

  1. Melaksanakan program bimbingan dan
  2. konseling.
  3. Melaksanakan pendekatan kolaboratif dalam pelayanan bimbingan dan konseling.
  4. Memfasilitasi perkembangan akademik, karier, personal, dan sosial konseli
  5. Mengelola sarana dan biaya program bimbingan dan konseling

3. Menilai proses dan hasil kegiatan Bimbingan dan Konseling.

  1. Melakukan evaluasi hasil, proses, dan program bimbingan dan konseling
  2. Melakukan penyesuaian proses pelayanan bimbingan dan konseling.
  3. Menginformasikan hasil pelaksanaan evaluasi pelayanan bimbingan dan konseling kepada pihak terkait
  4. Menggunakan hasil pelaksanaan evaluasi untuk merevisi dan mengembangkan program bimbingan dan konseling

E. Mengembangkan profesionalitas secara berkesinambungan

1. Memiliki kesadaran dan komitmen terhadap etika profesional

  1. Memahami dan mengelola kekuatan dan keterbatasan pribadi dan profesional.
  2. Bekerja dalam tim bersama tenaga paraprofesional dan profesional lain.
  3. Menyelenggarakan pelayanan sesuai dengan kewenangan dan kode etik profesional konselor
  4. Mempertahankan objektivitas dan menjaga agar tidak larut dengan masalah konseli.
  5. Melaksanakan referal sesuai dengan keperluan
  6. Peduli terhadap identitas profesional dan pengembangan profesi
  7. Mendahulukan kepentingan konseli daripada kepentingan pribadi konselor

2. Berperan aktif di dalam organisasi dan kegiatan profesi bimbingan dan konseling.

  1. Memahami tujuan dan berperan aktif dalam organisasi profesi untuk pengembangan diri dan profesi bimbingan dan konseling
  2. Memahami peran organisasi profesi lain dan memanfaatkannya untuk suksesnya pepelayanan bimbingan dan konseling

3. Menguasai konsep dan praksis penelitian dalam bimbingan dan konseling

  1. Memahami berbagai jenis dan metode penelitian
  2. Mampu merancang penelitian bimbingan dan konseling
  3. Melaksaanakan penelitian bimbingan dan Konseling
  4. Memanfaatkan hasil penelitian dalam bimbingan dan konseling dengan mengakses jurnal pendidikan dan bimbingan dan konseling

4. Menguasai konsep dan praksis penelitian dalam bimbingan dan konseling (profesional)

  1. Memahami berbagai jenis dan metode penelitian
  2. Mampu merancang penelitian bimbingan dan konseling
  3. Melaksaanakan penelitian bimbingan dan konseling
  4. Memanfaatkan hasil penelitian dalam bimbingan dan konseling dengan mengakses jurnal pendidikan dan bimbingan dan konseling

F. Kompetensi sosial

1. Mengkomunikasikan aspek-aspek profesional bimbingan dan konseling kepada pihak-pihak terkait

  1. Mengkomunikasikan aspek-aspek teoritis dan praktik bimbingan dan konseling baik kepada stakeholders di tempat konselor bekerja maupun pihak di luar profesi bimbingan dan konseling
  2. Menginformasikan hasil pepelayanan bimbingan dan konseling kepada pihak terkait sesuai dengan prinsip dan asas profesi bimbingan dan konseling.

2. Mengimplementasikan kolaborasi intern dan antarprofesi

  1. Bekerja sama dengan pihak-pihak terkait di dalam tempat bekerja (seperti guru, orang tua, tenaga administrasi)
  2. Bekerja dalam tim bersama tenaga paraprofesional dan profesional profesi lain.
  3. Melaksanakan referal kepada ahli profesi lain sesuai dengan keperluan

3. Berperan aktif di dalam organisasi dan kegiatan profesi bimbingan dan konseling.

  1. Memahami tujuan organisasi profesi untuk pengembangan diri dan profesi bimbingan dan konseling
  2. Memahami peran organisasi profesi lain dan memanfaatkannya untuk suksesnya pepelayanan bimbingan dan konseling
  3. Berperan aktif dalam kegiatan organisasi profesi untuk pengembangan diri dan profesi bimbingan dan konseling


0 Response to "Kompetensi yang Harus Dimiliki Konselor"

Post a Comment