Teori Pendekatan Psikodinamika

Pengertian Pendekatan Psikodinamika

Bentuk teori kepribadian dan terapi ini muncul dalam konteks medis dengan asumsi dasar bahwa klinisi menangani patologi. Freud menyebut pendekatan ini psikoanalisis, tetapi istilah psikodinamika lebih banyak digunakan karena dapat mencakup psikoanalisis dan berbagai macam pendekatan yang muncul berdasarkan pemikiran Freud, yang semuanya menekankan pada pentingnya ketidaksadaran. Kata dinamik dimaksudkan sebagai istilah psikologis yang paralel dengan dinamika fisik, yang berhubungan dengan berbagai kekuatan yang mengubah sebuag benda dari inertia (kelembaman ) dan equilibrium (kesetimbangan) yang terus –menerus. Psikoterapis psikodinamika tertarik dengan kekuatan-kekuatan perubahan.

Teori psikodinamika atau tradisi klinis berangkat dari dua asumsi dasar. Pertama, manusia adalah bagian dari dunia binatang. Kedua, manusia adalah bagian dari sistem enerji. Kunci utama untuk memahami manusia menurut paradigma psikodinamika adalah mengenali semua sumber terjadinya perilaku, baik itu berupa dorongan yang disadari maupun yang tidak disadari.
psikodinamika

Teori psikodinamika ditemukan oleh Sigmund Freud (1856-1939). Dia memberi nama aliran psikologi yang dia kembangkan sebagai psikoanalisis. Banyak pakar yang kemudia ikut memakai paradigma psikoanalisis untuk mengembangkanteorikepribadiannya.

Teori Psikodinamika

Sigmund Freud (1856-1939) sebagai pendiri Psikoanalisis,mengambil metode Breur mengenai hipnosis untuk menangani pasiennya, tetapi akhirnya tidak memuaskan dengan hipnosis tersebut, dan menggunakan asosiasi bebas, merupakan perkembangan teknik dalam psikoanalisis.

Perbandingan Nasihat Konseling dan Psikoterapi

Carl Jung (1875-1961) lebih dahulu memisahkan diri dari psikodinamika. Jungmenambahkan ketidaksadaran kolektif pada ketidaksadaran pribadi. Aksioma prinsipnya adalah bahwa tingkah laku seseorang banyak dipengaruhi oleh ide-idedan gambaran-gambaran tak sadar yang diturunkan kepadanya, yang disebut Archetypes. Analisis Jungian menekankan pada eksplorasi mimpi dan fantasi bukanhanya untuk makna pribadinya tetapi juga untuk hubungan kultural danspiritualnya. Di bidang psikoterapi, para Jungian terutama memeberi perhatiankhusus pada konflik di antara kecenderungan-kecenderungan yang saling berlawanan dalam diri orang-orang dan kebutuhan untuk mengekspresikan berbagai perlawanan dalam kepribadian.

Perbedaan Besar dalam Pendekatan Psikodinamik adalah :

  1. Asumsi bahwa permasalahan klien memiliki akar pada pengalaman masakecilnya
  2. Asumsi bahwa klien tidak benar-benar menyadari hakikat dorongan ataumotif di belakang tindakan mereka
  3. Digunakannya interpretasi hubungan transference dalam konseling dan terapi.

Deskripsi Perilaku Manusia

Deskripsi perilaku manusia menurut Freud mengikuti prinsip-prinsip berikutini (Bischof, 1970) :

Prinsip Kesenangan (Pleasure Principle)

Setiap perbuatan didasari oleh keinginan untuk mencari kesenangan dan menghindari perasaan terluka. Ada motivasi dalam diri manusia untukmencari kesenangan dan kegembiraan. Sesuatu yang alami bahwa manusiamenginginkan kebahagian dan kegembiraan dalam hidupnya dalam setiapkesempatan. Freud juga mengatakan prinsip ini adalah sifat hewani padamanusia. Menurut prinsip kesenangan ini setiap kebutuhan harus segeradipenuhi. Contohnya kebutuhan bayi untuk minum ASI.

Prosedur Konseling Behavioristik (Makalah)

Prinsip Realitas (Reality Principle)

Berikutnya bahwa manusia dalam hidup tidak hanya untuk mencarikesenangan tetapi dibatasi oleh kenyataan dari dalam ataupun dariluar/lingkungan. Bahwa ada kesenangan yang harus ditunda/dibatasi olehseseorang jika ingin mencapai kesenangan di masa depan. Pada tingkatmanusia masih mencari kesenangan namun lebih realistis dan mempunyaihirarki kesenangan mana yang lebih penting.

Prinsip Pengurangan Tekanan (Tension Reduction Principle)

Masih ada hubungan dengan 2 prinsip sebelumnya, manusia cenderunguntk menghindari adanya tekanan. Manusia tidak selamanya bahagia, suatusaat dia dalam keadaan sedih atau tertekan. Saat itu manusia punyakebutuhan untuk mengurangi tekanan yang ada dalam dirinya. Saatmanusia dalam tertekan karena sedih cara menguranginya bisa denganperasaan tertekan itu, menghilangkannya atau menjadi lebih kuat.

Prinsip Polaritas atau Dualitas

Semua dalam hidup ini dibedakan menjadi dua kutub karakteristik seperticontohnya berikut, Baik-buruk, Benar-salah, hidup-mati, positif-negatif.Manusia dalam kehidupan sering menghadapi dua pilihan untuk dilakukan.Kadang ke dua pilihan itu sulit dan bertolak belakang sehingga sulit dalammengambil keputusan.

Psikologi Berdasarkan Pendekatan Biologi

Prinsip Dorongan Pengulangan (Compulsion Repetition Principle)

Manusia cenderung mengikuti kegiatan yang pernah membawanya kepada keberhasilan. Manusia melakukan itu berulangkali sehingga menjadikebiasaan dalam hidupnya. Jika telah terbiasa manusia bisa melakukannyaberulang-ulang tanpa harus banyak berpikir lagi.

Tujuan-tujuan dari Konseling Psikodinamik

Untuk membantu klienmencapai kesadaran dan pemahaman terhadap alasan di balik masalahnya, dankemudian menerjemahkan kesadaran ini ke dalam kemampuan yang matangdalam menghadapi berbagai masalah di masa mendatang. Agar proses ini dapat berjalan, konselor disyaratkan mampu menawarkan kepada klien lingkunganyang cukup aman dan konsisten agar klien bias mengekspresikan fantasi dandorongan yang mengakibatkan atau memalukan secara aman.

Pandangan Psikologi Evolusioner tentang Pendidikan

Dinamika dari Perilaku

Struktur Kepribadian menurut Freud terdiri dari 3 bagian utama:

Id (Das Es)

Id adalah sistem energi yang fenomenal pada diri manusia yang dibawasejak lahir. Id hanya mengikuti prinsip kesenangan untuk memenuhikeinginannya. Id bersifat murni tidak mengetahui tentang batasan, tidaktahu tentang hukum ataupun peraturan. Id ini muncul pada bayi yang barulahir sampai usia 1 tahun (Bischof, 1970). Muncul rasa lapar dan hausmengakibatkan bayi berusaha mempertahankan keseimbangan hidupnyadengan berusaha memperoleh makanan dan minuman.Libido adalah bagian dari Id yang yang berhubungan dengan energi padamanusia yang berkenaan untuk melanjutkan keturunannya di muka bumi.Libido berkaitan dengan keinginan seksual alami pada manusia (Bischof,1970).

Ego (Das Ich)

Ego adalah perpanjangan dari Id yang mengikuti prinsip realitas. Ego mulaimuncul pada anak berumur 2 tahunan. Semakin sesuai ego dengan idindividu tampak semakin berbahagia (Bischof, 1970). Ego berhubungandengan kenyataan tetapi ego tidak mempertimbangkan moral. Misal ketikaindividu lapar secara realistis hanya diatasi dengan makan. Dalam hal iniego mempertimbangkancara memperolehmakanan danmempertimbangan makanan tersebut layak atau tidak. Dengan demikianego berfungsi untuk melibatkan proses sekunder yang melibatkanpenguntrolan fungsi kognitif dan intelektual (Hall & Lindzey, 1981).

Aplikasi Psikologi Evolusioner dalam Perilaku Manusia

Superego (Das Ueber Ich)

Superego adalah bagian ketiga dari kepribadian seseorang. Seseorang yangberhasil mengembangkan superegonya kepribadiannya telah berkembangdengan penuh. Superego membuat keputusan mengenai sesuatu perbuatanitu baik atau buruk berdasarkan standar yang telah diterima olehmasyarakat (Bischof, 1970). Superego berkaitan dengan kesadaran seorangindividu atau bisa juga dikatakan dengan hati nurani.Superego adalah aspeksosiologis dari kepribadian yang isinya berupa nilai-nilai atau aturan-aturan yang sifatnya normatif. Superego ini terbentuk melalui internalisasi nilai-nilaidari figur-figur berperan, berpengaruh atau berarti bagi individu.

Menurut Hall dan Lindzey superego ini memiliki fungsi :
  1. Sebagai pengendali Id agar dorongan-dorongan Id disalurkan dalamaktivitas yang dapat diterima masyarakat.
  2. Mengarahkan ego pada tujuan-tujuan yang sesuai dengan prinsip-prinsip moral.
  3. Mendorong individu kepada kesempurnaan

0 Response to "Teori Pendekatan Psikodinamika"

Post a Comment