Dua Tahun Jokowi-JK, Nasib Guru Merugi

Pengamat Pendidikan, Doni Koesoema mengatakan, dalam dua tahun kinerja Jokowi-JK, ada sejumlah kebijakan yang justru merugikan guru. Guru sebagai garda depan perbaikan pendidikan dirasa tidak mendapatkan perhatian serius dari pemerintah.

Dua Tahun Jokowi-JK
Protes guru menuntut pengangkatan
Doni menjelaskan, dalam dua tahun ini tidak ada peningkatan kompetensi yang signifikan. Yang ada justru sebatas kebijakan-kebijakan yang merugikan guru dan memperlakukan guru secara tidak adil. Peraturan tersebut salah satunya adalah sertifikasi. Banyak guru yang belum mendapatkan sertifikasi sehingga kualitas peningkatan kompetensi guru itu sendiri terhambat. “Padahal ada sekitar 59 ribu guru yang selama empat tahun ini sertifikasinya tertunda,” ujarnya.

Dalam hal kurikulum, pemerintahan Jokowi-JK belum merivisi kurikulum 2013. Doni menjelaskan, fundamentalnya kurikulum tersebut belum direvisi, sehingga meskipun sudah ada Permendikbuda, namun isinya masih sama saja. “Penilaiannya saja yang dibuat lebih sederhana. Tidak merepotkan. Sementara yang lain belum ada,” tambahnya, seperti dilansir Okezone.com

Selain itu, pergantian pucuk pimpinan Kementerian Pendidikan dari Anies Baswedan ke Muhadjir juga belum menampakkan hasil. Yang ada justru keributan yang melibatkan banyak pihak tatkala Muhadjir menginisiasi program full day school yang menuai banyak penolakan. 





0 Response to "Dua Tahun Jokowi-JK, Nasib Guru Merugi"

Post a Comment