Jangan Buru-Buru ke KUA, Ini 6 Manfaat Melakukan Konseling Pra-Nikah

Membina hubungan keluarga bukan tanggung jawab yang sederhana. Dalam kenyataannya, bahtera rumah tangga tak cukup hanya diikat oleh perasaan cinta semata. Cinta sepasang suami istri yang baru saja menikah, berbeda dengan cinta setelah beberapa tahun sesudahnya. Masalah dan ujian dalam rumah tangga akan membentuk cinta yang lebih tinggi, bukan sekadar cinta sesaat yang mudah luntur.

Tantangan demi tantangan dalam keluarga akan hadir menguji ketangguhan perahu rumah tangga. Jika tak siap, semahal apa pun mahar yang dulu diberikan, rumah tangga akan kandas sebelum sampai tujuannya. Oleh sebab itu, ada baiknya tidak terburu-buru pergi ke KUA untuk mendaftar menikah. Perlulah sepasang kekasih memahami, merencanakan, dan mempersiapkan segala ilmu tentang berumah tangga yang baik sebelum benar-benar menikah. Dan untuk posisi ini, konselor pra nikah adalah pilihan yang tepat untuk kamu-kamu yang kebelet nikah.

Konseling Pranikah
Haidup Indonesia

1. Konselor berposisi sebagai patner

Dalam konseling pranikah, kamu akan mendapatkan teman bercerita dan merencanakan masa depan. Posisi konselor sebagai kawan akrab yang membantu kamu mencapai pemahaman yang lebih baik tentang dirimu, masing-masing pasanganmu, dan mempersiapkan diri menghadapi bermacam-macam tuntutan dalam perkawinan. Konselor pranikah biasanya memiliki sejuta pengetahuan tentang seluk beluk rumah tangga, masalah-masalahnya, dan cara-cara ampuh mengatasi dan mempersiapkan diri menghadapi hal tersebut. Referensinya begitu luas tentang bacaan keluarga, rumah tangga, dan juga mendidik anak. Konselor pranikah pun umumnya dipilih sebelum menikah di negara-negara maju seperti Jepang, Eropa, dan Amerika. Hal ini penting, sebab, siapa yang ingin rumah tangganya kandas di tengah jalan?

2. Mengajakmu mematangkan kedewasaan

Pasangan yang akan menikah harus memiliki kedewasaan. Ingat, menikah bukan seperti hubungan pacaran yang bisa putus nyambung kapan saja. Kedewasaan ini perlu, dan konselor pranikah akan mengambil peran untuk mendewasakan kematangan psikologimu sebelum menikah. Kematangan emosi dan pikiran adalah jalan yang paling tepat untuk menerima perbedaan dan memberikan cara kasih sayang antara suami istri dengan baik. Masak iya, sedikit-sedikit marah? Sedikit-sedikit minta putus? Kan gak mungkin banget.

3. Membantu dalam persoalan agama

Jika kamu menikah dalam satu agama, mungkin persoalan agama bisa ditekan. Namun bagaimana jika berbeda agama? Ada banyak kesulitan yang bisa terjadi nanti dalam keluarga. Oleh sebab itu, konselor berposisi sebagai jembatan yang memediasi persoalan tersebut hingga terjadi saling pemahaman dan bukan justru perpecahan.

4. Jangan tabu menyinggung seks

Hubungan seks dalam rumah tangga nyatanya punya pengaruh penting dalam menentukan kelanggengan keluarga. Soal ini, konselor pranikah pun memiliki alternatif pemecahannya. Hubungan seksual berfungsi sebagai regenerasi. Seks juga berkait erat dengan faktor kesehatan, baik fisik maupun jasmani. Adanya keterbukaan perihal seks ini baik adanya untuk sebuah hubungan rumah tangga.

5. Jembatan komunikasi

Kerap kali, pasangan kesulitan dalam hal berkomunikasi. Misalnya, ada suatu masalah, namun pihak yang merasa tersakit tak cukup berani berdialog langsung dengan pasangan. Di sini, konselor pranikah memiliki peran sebagai penghubung persoalan rumah tangga. Jadi, jangan dimaknai bahwa konseling pranikah sebatas mengurusi pranikah saja, namun juga saat kamu-kamu berkeluarga.

Konseling pranikah juga bermanfaat untuk menjembatani harapan-harapan yang dimiliki oleh pasangan terhadap pasangannya dan pernikahan yang mereka inginkan yang belum sempat atau belum bisa dibicarakan sebelumnya dengan dibantu oleh tenaga profesional psikolog/konselor pernikahan.

6. Membangun kehidupan bahagia dan produktif

Tujuan konseling pranikah adalah meningkatkan hubungan sebelum pernikahan, sehingga dapat berkembang menjadi hubungan pernikahan yang stabil dan memuaskan. Konseling pranikah akan membekali pasangan dengan kesadaran akan masalah potensial yang dapat terjadi setelah menikah, dan informasi serta sumber daya untuk secara efektif mencegah atau mengatasi masalah-masalah tersebut sehingga dapat menurunkan tingkat ketidakbahagiaan dalam pernikahan dan perceraian. 

0 Response to "Jangan Buru-Buru ke KUA, Ini 6 Manfaat Melakukan Konseling Pra-Nikah"

Post a Comment